MAKALAH
PLH
(Pendidikan Lingkungan Hidup)
Disusun
oleh:
1.
Fitriana
Miftaqul Hidayah (2404413024)
2.
Noor Ainiyah
Satriani (2404413026)
3.
Ukhson Adi
Nugroho (5113414051)
4.
Ilham Bayu Aji (5113414055)
5.
Alief Ricky
Wibisono A (5113414059)
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Alhamdullilah,
puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi rahmat,
karunia, serta kasih sayang terbesar-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “Perilaku Manusia Terhadap Lingkungan”.
Makalah ini
disusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah PLH (Pendidikan Lingkungan
Hidup) tentang Manusia dan Lingkungan. Selain itu sebagai upaya untuk
meningkatkan kemampuan dan memotivasi mahasiswa dalam menyusun makalah.
Penulis
menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyusunan
makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari
pembaca sekalian demi memperbaiki makalah ini dalam penulisan lain di
kemudian hari. Dan semoga makalah ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita
semua.
Sekian dan terimakasih.
Semarang, 18 Maret 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
JUDUL.................................................................................................................i
KATA
PENGANTAR...............................................................................................................ii
DAFTAR
ISI..........................................................................................................................iii
BAB
I....................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...............................................................................................................1
A. Latar
Bealakang......................................................................................................1
B. Rumusan
Masalah..................................................................................................2
C. Tujuan
Masalah......................................................................................................2
BAB
II...................................................................................................................................3
PEMBAHASAN.................................................................................................................3
A.
Pengertian Manusia Dan
Lingkungan.....................................................................3
B.
Hubungan Manusia Dengan
Lingkungan................................................................7
C.
Peran Manusia Dalam
Lingkungan.........................................................................9
D.
Cara Mencegah Berbagai Dampak Negatif Dari
Pengaruh Manusia Pada Lingkungan...........................................................................................................12
BAB III
...............................................................................................................................14
PENUTUP......................................................................................................................14
A.
Kesimpulan...........................................................................................................14
B.
Saran.....................................................................................................................14
DAFTAR
PUSTAKA..............................................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membahas tentang manusia
berarti membahas tentang kehidupan sosialdan budayanya, tentang tatanan
nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek
yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan
segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami
kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait
dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal
balik baik itu positif maupun negatif.
Lingkungan adalah
suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta
fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan
makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang
lebih kompleks dan riil.
Lingkungan amat
penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat
dimanfaatankan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena
lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung
perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan
memiliki hubungan dengan manusia. lingkungan mempengaruhi sikap dan perilaku
manusia, demikian pula kehidupan manusia akan mempengaruhi lingkungan tempat
hidupnya. Faktor lingkungan (tanah,iklim,topografi,sumber daya alam) dapat
menjadi pra kondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah
satu variabel yang mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat
mempengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.
Perhatian dan pengaruh manusia terhadap ligkungan
makin meningkat pada zaman teknologi maju. Masa ini manusia mengubah lingkungan
hidup alami menjadi lingkungan hidup binaan. Eksplotasi sumber daya alam makin
meningkat untuk memenuhin bahan dasar industri. Sebaliknya hasil industri berupa
asap dan limbah mulai menurunkan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu
dalam makalah ini akan dibahas tentang hubungan antara mnusia dan lingkungan.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana
pengertian manusia dan lingkungan ?
b. Bagaimana
peran manusia dalam lingkungan ?
c. Bagaimana
hubungan manusia dengan lingkungan ?
d. Bagaimana
cara mencegah berbagai dampak negatif dari pengaruh manusia pada lingkungan ?
C. Tujuan Masalah
a. Untuk
mengetahui lebih mendalam mengenai pengertian manusia dan lingkungan
b. Untuk
mengetahui peran manusia dalam lingkungan
c. Untuk
mengetahui gambaran hubungan manusia dengan lingkungan
d. Untuk
mengetahui cara mencegah berbagai dampak negatif dari pengaruh manusia pada
lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN
1. Manusia
Manusia adalah makhluk hidup ciptaan
tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hokum alam,
pertumbuhan,perkembangan, dan mati dst serta terkait dan berinteraksi dengan
alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif
maupun negative.
Manusia
merupakan makhluk yang sempurna di antara makhluk lainnya. Manusia memiliki
akal yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaitu hewan dan tumbuhan.
Akal diberikan untuk berfikir
berdasarkan insting dan naluri. Manusia juga merupakan makhluk sosial, mereka
tidak bisa melakukan suatu hal atau mengerjakan sesuatu secara sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial.
a. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu
berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa
Inggris insalah satunya mengandung pengertian tidak,
sedangkan devidedartinya terbagi. Jadi individu artinya tidak
terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari
kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan
suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling
kecil dan tak terbatas.
Manusia
sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan
psikis, unsur raga dan jiwa. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas
tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Kalau seseorang individu
memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga
memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor
lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam
pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk
pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi
alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang
individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan
anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Kepribadian
adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara
potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir
dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan
serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan.
Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan
karakteristik yang khas dari seeorang.
b. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut
kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu
juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat
dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia
selalu hidup bersama dengan manusia lainnya.
Dapat
disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa
alasan, yaitu:
· Manusia tunduk pada aturan, norma
sosial.
· Perilaku manusia mengaharapkan suatu
penilain dari orang lain.
· Manusia memiliki kebutuhan untuk
berinteraksi dengan orang lain
· Potensi manusia akan berkembang bila
ia hidup di tengah-tengah manusia.
c.
Manusia sebagai makhluk Susila
Aspek
kehidupan susila adalah aspek ketiga setelah aspek individu dan sosial. Manusia
dapat menetapkan tingkah laku yang baik dan yang buruk karena hanya manusia
yang dapat menghayati norma-norma dalam kehidupannya.
Kehidupan
manusia yang tidak dapat lepas dari orang lain, membuat orang harus memiliki
aturan-aturan norma. Aturan-aturantersebut dibuat untuk menjadikan manusia
menjadi lebih beradab. Menusia akan lebih menghargai nilai-nilai moral yang
akan membawa mereka menjadi lebih baik.
Melalui
pendidikan mampu diciptakan manusia yang bersusila karena hanya dengan
pendidikan kita dapat memanusiakan manusia.Dengan demikian, kelangsungan
kehidupan masyarakat tersebut sangat tergantung pada tepat tidaknya suatu
pendidikan mendidik seorang manusia mentaati norma, nilai dan kaidah
masyarakat.
d. Manusia Sebagai Mahluk
Religius
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa di muka bumi ini
sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. Melalui
kesempurnaannya itu manusia bisa berpikir, bertindak, berusaha, dan bisa
menentukan mana yang benar dan baik. Di sisi lain, manusia meyakini bahwa dia
memiliki keterbatasan dan kekurangan. Mereka yakin ada kekuatan lain, yaitu
Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Oleh sebab itu, sudah menjadi fitrah manusia
jika manusia mempercayai adanya Sang Maha Pencipta yang mengatur seluruh sistem
kehidupan di muka bumi.
Dalam
kehidupannya, manusia tidak bisa meninggalkan unsur Ketuhanan. Manusia selalu
ingin mencari sesuatu yang sempurna. Dan sesuatu yang sempurna tersebut adalah
Tuhan. Hal itu merupakan fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan untuk
beribadah kepada Tuhannya.
Oleh
karena fitrah manusia yang diciptakan dengan tujuan beribadah kepada Tuhan Yang
Maha Esa, untuk beribadah kepada Tuhan pun diperlukan suatu ilmu. Ilmu tersebut
diperoleh melalui pendidikan. Dengan pendidikan, manusia dapat mengenal siapa
Tuhannya. Dengan pendidikan pula manusia dapat mengerti bagaimana cara
beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Lingkungan
Lingkungan adalah
tempat dimana suatu makhluk hidup itu tumbuh dimana meliputi unsur unsur
penting seperti tanah, air, dan udara. Lingkungan sendiri memiliki arti penting
dalam kehidupan setiap makhluk hidup, misalnya lingkungan hutan dimana setiap
tumbuhan dan hewan bisa hidup dengan bebas untuk mencari makan.
Selain itu, ada
pula lingkungan perkotaan dimana unsur
bangunan sangat kental di dalamnya, dalam hal ini sikap manusia mengenai
lingkungan dan dampak dari kegiatan manusia sangat tidak terurus dan
terpikirkan, saat lingkungan rusak dan ekosistem hancur maka keseimbangan
antara kehidupan dan dengan kehidupan lainnya akan berubah, hal ini memberikan
dampak negatif bagi setiap makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
Contoh nyata
dari lingkungan yang telah rusak adalah perkotaan, dimana sungai sebagai unsur
air dan unsur kehidupan telah tercemar sehingga mengakibatkan matinya kehidupan
di air, ikan yang semula bisa bertahan hidup di air yang jernih ini tidak bisa
dijumpai lagi karena lingkungan tempatnya hidup sudah tidak mendukung untuk
kelangsungannya, selain itu hancurnya lingkungan berdampak juga bagi kehidupan
manusia dengan berkurangnya sumber air bersih. Untuk mencegahnya maka perlu
segera dilakukannya tindakan prefentif agar dampaknya tidak berlarut larut.
Lingkungan pada
umunya sudah ditentukan oleh sang pencipta seperti ini namun sudah menjadi
kewajiban setiap manusia untuk menjaga dan melestarikanya,Dalam tahapan
perkembangan teknologi dan informasi semoga masalah mengenai hancurnya
lingkungan tempat kita tinggal bisa segera diatasi, dan juga semoga para
pemimpin kita diberikan kesadaran akan pentingnya tempat kita hidup daripada
hanya memikirkan uang.
B. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
Manusia
berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
lingkungan hidupnya. Ia membentuk dan terbentuk oleh lingkungan hidupnya.
Manusia seperti ia adanya, yaitu yang disebut fenotipe, adalah perwujudan yang
dihasilkan oleh interaksi sifat keturunannya dengan faktor lingkungan.di dalam
ekosistem,tempat hidup manusia merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan
dari unsur-unsur lainnya.kelangsungan hidup manusia tergantung dari keserasian
ekosistemnya,karena ekosistem itu terbentuk olah hubungan timbale balik antara
manusia dengan lingkungan hidupnya:untuk menjaga keserasian hubungan dengan
lingkungan hubungan lingkungan hidupnya.manakala keserasian hubungan manusia
dengan lingkungannya terganggu,akan terganggu pula kesejahteraan manusia.
Dobzhansky, seorang ahli ilmu keturunan
terkenal, malahan menyatakan, gen menentukan tanggapan apa yang akan terjadi
terhadap faktor lingkungan. Jadi menurutnya, gen bukanlah penentu sifat,
melainkan penentu reaksi atau tanggapan terhadap lingkungan..
Hubungan
antara manusia dengan lingkungan hidup nya adalah sirkuler. Kegiatannya, apakah sekedar bernafas atau membendung
sungai, sedikit atau banyak akan merubah lingkungannya. Perubahan pada
lingkungan itu pada gilirannya akan mempengaruhi manusia. Misalnya, seseorang
yang bekerja dalam sebuah ruangan kecil yang tertutup. Dengan pernapasannya ia
akan mengurangi kadar gas oksigen dalam udara di kamar itu dan menambah gas
karbon dioksida. Pernapasannya juga menghasilkan panas, sehingga suhu dalam
ruangan naik. Kenaikan suhu menstimulasi pembentukan keringat, sehingga hawa
dalam ruangan itu menjadi tidak sedap. Dengan penurunan kadar gas karbon
dioksida, kenaikan suhu dan bau keringat, menjadi pengaplah ruangan itu.
Prestasi kerja orang itu akan menurun. Makin lama menurunlah kualitas
lingkungan dalam kamar itu dan seiring dengan itu makin menurun pulalah
prestasi orang itu.
Lingkungan
hidup balk faktor biotik maupun abiotik berpengaruh dan dipengaruhi manusia.
Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi
kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung. Daya dukung
lingkungannya adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan
manusia dan makhluk hidup lainnya. Dalam kondisi alami, lingkungan dengan
segala keragaman interaksi yang ada mampu untuk menyeimbangkan keadaannya.
Namun tidak tertutup kemungkinan, kondisi demikian dapat berubah oleh campur
tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang
melampaui Batas. Upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup
yang meliputi kebijaksanaan, penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan,
pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
1.
Pandangan Immanen dan Traseden
Didalam
ekologi, manusia dipandang sama dengan makhluk hidup yang lain. Manusia tidak
mementingkan dirinya sendiri, tetapi yang dipentingkan adalah keserasian
hubungan antara manusia dan alam. Pandangan yang demikian dinamakan pandangan
immanen.Dalam hal ini dimaksudkan selain manusia sebagai pemakai sumber daya
alam dari linegkungan,manusia tetap menjaga keseimbangan sehinggan kualitas
lungkungan untuk kesejahteraan manusia tidak menurun
Namun, saat
ini manusia dipandang berada di luar alam. Pandangan yang demikian disebut
pandangan yang transsenden.Manusia hanya memanfaatkan lingkungan hidup secara
berlebihan tanpa memikirkan keserasiannya.manusia tidak mengelola lingkungan
dengan baik sehingga keseibangan lingkungan terganggu.
2. Pengelolaan Tugas Manusia
Hakikat
pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya mengatur lingkungannya, tetapi
didalamnya termasuk mengatur dan mengendalikan berbagai kegiatan manusia agar
berlangsung dan berdampak dalam batas kemampuan dan keterbatasan lingkungan
untuk mendukungnya. Manusia perlu secara rutin mengelola lingkungan hidup agar
dapat memanfaatkannya secara optimal.
C. PERAN MANUSIA DALAM LINGKUNGAN
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling tinggi derajatnya
dibanding makhluk-makhluk hidup lainya karena manusia secara kodrati diberi
akal budi yang memungkinkan adanya kebudayaan. Lingkungan dapat dibagi 3 yaitu
lingkungan biotik, abiotik dan lingkungan buatan. Manusia menjadi objek dan
sekaligus subjek dan lingkungan karena manusia hidup dan berkembang
dilingkungan masing-masing, mengolah sumber-sumber alam dan sosial yang ada
dilingkungan tersebut serta memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan hidupnya.Berbeda
denngan makhluk hidup lainya, bukan dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya
melainkan perilaku manusia dalam memanfaatkan kebutuhan itulah yang berbeda
dengan makhluk hidup lainya, misalnya hewan. Selain butuh makan dan minum,
manusia butuh tempat tinggal yang layak bila tidak berarti tidak manusiawi,
butuh pendidikan butuh pakaian dan butuh berfilsafat tentang hakekat dirinya
sebagai pribadi dalam hubungannya dengan manusia lain dan martabatnya alam dan
Tuhan sang Pencipta segalanya yang ada di Jagad Raya yang termuat dalam ajaran
agama.
Manusia sedikit demi sedikit mulai menyesuaikan diri
pada alam lingkungan hidupnya maupun komunitas biologis di tempat mereka hidup.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota, dibanding
dengan pelosok dimana penduduknya masih sedikit dan primitif.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan
berpengaruh baik secara positif ataupun negatif. Berpengaruh bagi manusia
karena manusia mendapatkan keuntungan dari perubahan tersebut, dan berpengaruh
tidak baik karena dapat dapat mengurangi kemampuan alam lingkungan hidupnya
untuk menyokong kehidupannya.
Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki kemampuan
berfikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata
sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia
dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif.
Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan.
Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan
manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia yang bersifat
positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat
menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan. Peranan Manusia yang bersifat
negatif terhadap lingkungan antara lain sebagai berikut:
a.
Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan
Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)
b.
Punah atau
merosotnya jumlah keanekaan jenis biota
c.
Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang
menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan
subsidi energi
d.
Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu
kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor
e.
Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam
lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat
menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak
negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri;
Peranan
Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:
a.
Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat
dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui;
b.
Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga
kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan
banjir;
c.
Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah
agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui
nilai ambang batasnya;
d.
Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau
multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring
dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah
yang mengandung humus;
e.
Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk
melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.
D. CARA MENCEGAH BERBAGAI DAMPAK NEGATIF DARI PENGARUH MANUSIA PADA LINGKUNGAN
Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk
hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup
lainya.(Undang-Undang No.4 tahun 1982).
Manusia sebagai penguasa lingkungan
hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah
dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti
sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak
diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi
berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk
terhadap kelangsungan lingkungan hidup.
a. Terjadinya
pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya
kawasan industri.
b. Terjadinya
banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan
kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
c. Terjadinya
tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Langkah-langkah konkret dalam menanggulangi
masalah lingkungan hidup menurut B.N.Marbun:
1. Menciptakan
peraturan standar yang mengatur segala seluk-beluk persyaratan pendirian pabrik
atau industri.
2. Adanya
perencanaan lokasi industri yang tepat
3. Memilih
proses industri yang minim polusi dilihat dari bahan baku, reaksi kimia,
penggunaan air, asap, penyimpanan bahan baku dan barang jadi, serta
transportasi dan penyuluhan buangan.
4. Pengelolaan
sumber air secara berencana
disertai pengamatan terhadap segala aspek yang berhubungan dengan pengolahan
air tersebut.
5. Pembuatan
sistem pengelolaan air limbah secara kolektif dari seluruh industri yang berada
dilokasi tertentu.
6. Penanaman
pohon secara merata dan berencana diseluruh kota.
7. Peraturan
dan penataan dan penggunaan tanah dasar rencana induk pembangunan kota sesuai
dengan peruntukannya secara seimbang.
8. Perbaikan
lingkungan sosial ekonomi msyarakat hingga mencapai taraf
hidup yang memenuhi pendidikan komunikasi dan kebutuhan sehari-hari.
Dalam buku
Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (1997)
dinyatakan bahwa pendidikan Lingkungan hidup menyandang karakteristik sebagai
pendidikan seumur hidup (long life education), baik melalui jalur formal
(sekolah) maupun informasi luar sekolah).Lingkungan sosial merupakan hubungan
interaksi antar manusia dengan manusia lain yang terjalin harmonis.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manusia
mempunyai pengaruh penting dalam kelangsungan ekosistem serta habitat manusia
itu sendiri, tindakan-tindakan yang diambil atau kebijakan-kebijakan tentang
hubungan dengan lingkungan akan berpengaruh bagi lingkungan dan manusia itu
sendiri.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa kita sebagai mahluk hidup harus dapat menjaga dan
merawat lingkungan karena sudah kita ketahui banyak bahaya yang dapat terjadi
apabila kita tidak merawat lingkungan.
Kemampuan
kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita
sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang
dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan. Manusia
memiliki tugas untuk menjaga lingkungan demi menjaga kelansungan hidup manusia
itu sendiri dimasa akan datang.
B. SARAN
Kepada
masyarakat yang sudah membaca dan memahami makalah ini ada beberapa saran yang
penulis sampaikan, karena manusia sangat berhungungan dengan lingkungan, oleh
karena itu manusia harus mampu menjaga dan melestarikan lingkungannya, selain
itu manusia harus mampu menjaga eksistensinya dalam sosialisasi dengan manusia
lain di lingkungannya, manusia juga memiliki problema dalam kehidupannya
sehingga manusia dituntut untuk mampu menangani problema tersebut.
Kemampuan
kita untuk menyadari hal tersebut akan menentukan bagaimana hubungan kita
sebagai manusia dan lingkungan kita. Hal ini memerlukan pembiasaan diri yang
dapat membuat kita menyadari hubungan manusia dengan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonym.2011.http:/lukmaulam.blogspot.com.manusia%20dan%20lingkungan_files/conversion_server_004.html. diakses pada tanggal 4
Desember 2013
Anonim.2011.http://pendidikan-emaagustina.blogspot.com/2011/05/bab-8-manusia-dan-lingkungan.html
. diakses pada tanggal 4 Desember 2013
Anonim.2011.(http://afand.abatasa.com/post/detail/2405/lingkungan-hidup
kerusakan-
lingkungan-pengertian-kerusakan-linkungan-dan-pelestarian-.htm). diakses
pada tanggal 4 Desember 2013
Anonim. 2011. (http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia).
diakses pada tanggal 4 Desember 2013
Anonim. 2011 . (http://id.wikipedia.org/wiki/Ekologi.
diakses pada tanggal 4 Desember 2013
Anonym.2012.http://riskamaulidablog.blogspot.com/2012/11/makalah-isbd-manusia-lingkungan.html.
diakses pada tanggal 4 Desember 2013
Anonim.2012.http://sayoudancity.blogspot.com/2012/03/makalah-isbd.html.
diakses pada tanggal 4 Desember 2013
Bambang S. Mintargo. 1986. Manusia dan Nilai Budaya. Jakarta:
Universitas Trisakti
